Kenapa Perempuan Perlu Belajar Teknologi Informasi (Opini)

Programmer Cewek

Programmer Cewek

Hallooww, aku mau mengungkapkan pendapat pribadi kenapa cewek harus kuliah di Teknik Informatika / Ilmu Komputer / rumpun jurusan di bidang Teknologi Informasi lainnya. Tulisan ini dibuat bukan untuk tujuan menyaingi atau bahkan menang dari laki-laki. (woles 🙂 ) Ada kepentingan lain yang berhubungan dengan cewek-cewek di seluruh dunia, dan di Indonesia khususnya. So, check it out! Sebelum kita menyelam lebih dalam, coba deh pahami ini dengan seksama dulu : Girls in Comp Science Riset mengenai langkanya perempuan yang belajar di bidang Teknologi Informasi tersebut memang dilakukan di Amerika. Tapi, aku yakin keadaan tersebut tidak jauh berbeda dengan Indonesia, bahkan mungkin lebih ‘gawat’. Di kampus Teknik Informatika ITS, hanya terdapat 52 perempuan dari 218 mahasiswa angkatan 2012 (sekitar 25%). Bahkan, angkatan 2013 menurun jumlahnya hanya 30-an perempuan dari 200 mahasiswa (sekitar 15%). Bahkan dengar-dengar dari cerita mentor di sebuah pelatihan, di perguruan tinggi tempatnya belajar tidak ada perempuan sama sekali. Jumlah ini tentu sangat sedikit dan tidak seimbang. Lalu apanya yang gawat? Jika dilihat dari jumlah keseluruhan, mungkin 200 mahasiswa per angkatan untuk menjadi sarjana komputer lulusan ITS sudah cukup. Saya pernah menghadiri seminar mengenai perempuan Indonesia. Di sana disampaikan bahwa perbandingan jumlah penduduk perempuan dan laki-laki di Indonesia adalah 1 : 1. Artinya, seandainya ada 260 juta penduduk Indonesia, 130 juta nya adalah perempuan dan 130 juta orang adalah laki-laki. Katakanlah mahasiswi Indonesia yang notabene merupakan calon programmer / developer perempuan berjumlah sekitar 25% dari seluruh mahasiswa teknologi informasi (data ini hanya asumsi). Itu berarti, dari 130 juta wanita Indonesia (50% penduduk Indonesia), hanya diwakili oleh 25% programmer Indonesia. Itupun saya belum sepenuhnya yakin bahwa 25% programmer / developer perempuan ini bekerja full-time. Mungkin saja banyak sarjana komputer perempuan yang beralih profesi menjadi Ibu rumah tangga, atau profesi lainnya, sehingga jumlah 25% ini terus berkurang.

***

(bersambung)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tulisan Dhea

Kategori Tulisan

My Posting Calendar

February 2014
M T W T F S S
« Dec   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  
%d bloggers like this: