Posted by: Radhea on: February 24, 2009
So tired weeks.
Mengerikan.
Mungkin itu kalimat yang pantas disuguhkan but SMA saya tercintaaa… Dimana kami baru saja melewatkan derap langkah perayaan ultah SMANSA yang ke-46.
Amazing bgt deh.Sampai rasanya aku ngelupain segalanya.
Dan tau gak…Tanpa nge-blog itu hidup ku hambar bgt.
Gak ada tempat buat ngomel-ngomel kalau ada guru yg killer”.
Wuahh…Jadi bingung mau posting apa..
To be continued..
Posted by: Radhea on: January 30, 2009
Oh, tuan Gay-Lussac!Kau telah menyita waktu tidurku lantaran mempelajari Hukum Perbandingan Volume-mu….
You make me cannot sleep because of learning your Law!!
I’m not sleepy. Your Law is really interesting!!! I’m crazy about it!!!
Kini aku mengetahui senyawa etena atau etilena, serta etana.
Ternyata kimia tidak sesakit yang kubayangkan…
Posted by: Radhea on: January 30, 2009
Aku sedikit kecewa hari ini lantaran seseorang yang kusangka menyukaiku ternyata….
Begitulah cinta. Kadang memekarkan bunga, kadang membakar api yang biasa kita sebut cemburu, atau melayukan mimpi-mimpi yang sudah lama sekali kita rajut.
Cinta yang pergi jauh,biasanya menimbulkan kerinduan yang tiada tara. Rindu pada cinta yang bisa menghibur lara.
Yahh… Aku kecewa pada salah seorang teman sekelasku yang (dengan pedenya) kusangka mencintai aku. Oh, tidak….
Tapi belakangan ini gelagatnya berubah dan berbalik seratus delapan puluh derajat!Sudah tiga hari dia tidak mengirimiku sms.
Oh,cinta…Jangan kau pergi….
Suara…Dengarkanlah aku!Masihkah aku ada di hatinya…
Posted by: Radhea on: January 30, 2009
Tepat jam 23.00 WITA. Penuh masalah..
Masalahnya:
1.Aku belum ngerjain PR Kimia.
2.Aku belum ngerjain karya tulis.
3.Aku punya utang tiga puluh enam ribu rupiah dengan temen.
4.Terlalu banyak JOB!
5.Fikiranku makin runyam karena kayaknya aku suka 3 orang teman sekelasku sekaligus!!!
6.Parahnya lagi sekarang aku lagi sakit.
7.Tadi sore kehujanan lagi…
Dan ada satu masalah yang lebih konkrit.Kenapa aku kehilangan gairah nge-blog??????
Tiap kali OL dengan menghadapi PC atau laptop,aku cuma meratapi comment yang masuk ke blog.Setelah itu,aku pergi ke situs-situs lain yang menurutku lebih ON!
Mungkin karena begitu banyak kerjaan kali,ya…
Oh,someone…Tolong keluarkan aku dari rutinitas yang rawan stress ini….Tidaaaakk…
Posted by: Radhea on: January 10, 2009
Siang ini seharusnya aku berada di sebuah tempat yang nyaman dan sejuk, tak lain kamarku.
Kalau saja pagi tadi Ayahku tidak menyuruh pergi ke sebuah tempat yang menurutku jauh dari kesan nyaman. Tempat itu, dua puluh kilometer jauhnya dari rumahku. Dinamai Desa Gunung Kupang. Sebuah Desa yang dihuni oleh para transmigran Jawa ke Kalimantan. Setahuku, sebelum mencapai lokasi yang agak terpencil itu haruslah melewati sebuah lapangan tembak.
Kira-kira pukul sebelas, aku dan Oom ku, Oom Subhan, berangkat mengendarai mobil ranger. Tujuan kami membeli pupuk kandang untuk taman di halaman rumahku. Aku sempat heran, lantaran aku perempuan satu-satunya di antara anak-anak Ayahku. Kenapa tidak menyuruh Kakakku saja sih yang notabene lebih menyukai perjalanan seperti ini.
Sepanjang perjalanan aku hanya diam. Ada sedikit perasaan dongkol dan tidak ikhlas. Aku menutup pendengaran dengan memakai headset dari MP4, mendengarkan lagu Big Girl Don’t Cry dari Black Eyed Peads. Sementara Oom Subhan, menyetel siaran radio yang memutar lagu-lagu norak. Lagu-lagu dangdut mesum yang dipopulerkan pedangdut mesum pula.
Aku meratapi tumpukan buku komik yang diam-diam kubawa. Tidak mungkin membaca dalam perjalanan, bisa mabuk darat. Sehingga, satu-satunya cara yang menurutku menghibur, adalah membuka jendela mobil lebar-lebar.
Angin semilir menghamburkan poni kuda di jidatku. Di samping kiri jalan terdapat padang rumput luas belaka. Latar padang rumput itu berupa sebuah bukit penuh binatang ternak, seperti sapi, kerbau, dan kambing. Harmoni yang cukup melegakan mata dan fikiran. Semak belukar yang tumbuh di samping jalan pun turut meramaikan indahnya ekosistem alami.
Semak-semak itu berpindah tempat dan bergerak tidak beraturan. Ada yang berputar, melompat, dan merayap. Bahkan ada semak yang menyeberang jalan. Semak itu menyeberang tepat di depan mobil kami. Oom Subhan memperlambat kecepatan mobil. Aku terhenyak.
“Itu tentara latihan perang,” jelas Oom ku singkat.
“Hah?” mulutku sedikit ternganga. Serta merta kulepaskan headset . Tu,wa,tu,wa begitulah suara manusia semak yang berlari bersama. Pakaian mereka loreng-loreng, persis pakaian Tentara Nasional Indonesia. “Panas-panas gini latihan,”
“Ya, tapi mereka jadi amat kuat,” Oom Subhan memperbaiki posisi duduknya.
Selama ini aku tidak pernah melihat Tentara Nasional Indonesia di lapangan. Tak heran, ketika melihatnya aku jadi excited sendiri. Lama kupandangi rombongan lelaki itu dari kaca spion. Dapat kuambil pelajaran, merekalah pejuang-pejuang Negara yang dadanya dipenuhi api-api patriotism membara. Setia pada Negara tiada tara.
Mobil menikung di jalanan yang kian menyengat. Aku mulai bersemangat menelusuri pemandangan sekitar. Tumbuhan homogen berjajar rapi dengan jarak teratur satu sama lain. Daunnya bertulang daun menjari dengan ketinggian batang yang hampir sama, kira-kira tujuh meter. Menurut pengamatanku, daerah itu tak lain sebidang kebun yang sangat dirawat oleh empunya. Buktinya, tidak ada gulma di sekitar kebun. Tanahnya pun amat gembur berwarna kecoklatan.
“Kebun karet,” Oom Subhan seolah membaca fikiranku.
Aku melonjak bersemangat. Pohon karet, bernama ilmiah Hevea brasiliensis. Spesies yang digolongkan dalam familia Euphorbiaceae, kelas Dicotyledonae, subdivision angiospermae alias biji tertutup sehingga tak lain tak bukan digolongkan pula dalam divisi Spermatophyta. Tanaman ini batangnya mengandung banyak getah. Buahnya berupa buah kendaga yang memiliki tiga ruang. Jika sudah matang, buah akan pecah dan bijinya terlempar keluar. Aku baru saja mempelajarinya dalam mata pelajaran biologi di kelas sepuluh.
“Hebat kamu,” sahut Oom Subhan dengan senyum kebanggaan ketika kuceritakan klasifikasi Hevea brasiliensis tadi. “Itulah gunanya sekolah. Ilmu ibarat bumbu penyedap dalam kehidupan. Kita akan sangat puas ketika mengetahui sesuatu, terlebih mengenai alam semesta,”
Tak dapat kugambarkan keriangan hatiku saat ini. Aku sering menghafal beratus-ratus klasifikasi makhluk hidup dalam pelajaran biologi. Baru sekarang aku menyadari nikmatnya ilmu pengetahuan setelah bertahun-tahun belajar. Sehingga menurutku, tak berlebihan jika kupotret kebun itu dengan handphone Nokia saku. Sampai berikutnya kutemukan banyak jenis tanaman lain seperti Swetenia mahogany, Shorea sp., Manihot utilissima, Boehmeria sp., Gossypium sp., dan Cocos nucifera.
“Kita sampai, ayo turun!” Oom Subhan memerintah bersemangat seakan-akan banyak hal baru lagi yang lebih menarik. Aku tersenyum sembari memijakkan kaki di atas jalanan yang baru diaspal. Cuaca mulai ramah.
“Coba kau lihat bukit di sana! Itu tiang sutet di dekat rumahku. Kelihatan kan?”
Aku mengangguk-angguk. Tersenyum. Bukan main indahnya. Dari desa kecil dan terpencil ini terhampar sungai-sungai keindahan yang tiada tandingannya. Tidak ada kebisingan . Tempat yang sangat dipenuhi ketentraman.
Masih dengan rasa kagum, aku mengekor Oom Subhan menuju ke sebuah rumah kayu mungil. Rumah ini terlalu berbeda jika dibenturkan dengan rumahku. Seluruh dinding terbuat dari kayu dan atapnya asbes. Termasuk rumah tapak tanah, tidak berlantai. Rumahku berlantai keramik bermotif riak-riak air berwarna hijau muda dan dindingnya bernama tembok dilapisi marmer serta wallpaper. Atapnya dari tanah liat bergypsum. Bangunannya pun luas, meskipun halamannya tidak luas karena diparkiri dua buah mobil pribadi ditambah satu mobil dinas dari kantor. Dapat dikatakan, rumah ini tiada secuilnya kenyamanan di rumahku yang modern.
“Assalamualaikum, Mbaah!” panggil Oom ku. Tangannya mengetuk pintu setinggi kurang dua meter.
“Yo!” sahut suara wanita tua dari sebuah pohon pisang. Bukan pohon pisang atau Musa paradisiaca yang berbicara, melainkan di balik tanaman itulah seorang nenek berdiri. Berjalan bungkuk tanpa alas kaki. Badannya tak lebih dari daguku. Berpakaian seperti layaknya orang tua Jawa Tengah atau Timur. Nenek itu persis seperti pemeran pendamping film horor produksi asli Indonesia yang pernah kutonton.
“Enek pupuk mboten, Mbah?” tiba-tiba Oom Subhan berbahasa Jawa dengan logat yang dibuat-buat. Aku menahan tawa.
“Ono. Kene melu aku,” jawah Mbah Trimo. Belakangan aku tahu namanya setelah bertanya pada Oom. Walau tidak terlalu memahami, Bahasa Jawa tadi kedengaran indah dan sopan.
Kini aku mengekor Oom Subhan dan Mbah Trimo menuju halaman belakang melalui kebun samping.
Udah,ah….BETEEEE!!!
Tunggu sambungannya yaa…
Posted by: Radhea on: December 31, 2008
Happy New Year 2009!!!!Yeaahhh!!
Keep our spirit to study and working hard!!!
I hope:
1. Allah bless all my pray.
2. Everything on 2009 will be okay for me,my parents,and my friends.
3. I can do something useful for my country.
4. I can buy a new laptop (Compaq or Acer) which has webcam.
5. I always can be the best in my school.
6. I can go to Japan or Holland .
7. There’s no hurt or sorrow .
8. I can buy a new CDMA phone .
9. I always be the beautiful girl.
10. I can see all films on cinema.
Yeaahhh!! That’s my spirit on 2009(maybe).
So,go on!!
HAPPY NEW YEAR 2009!!!!!!!!!!
Posted by: Radhea on: December 19, 2008
Film ini diperanin sama Keanu Revees.Sebuah film fiksi ilmiah gitu.
Masalahnya…Aku penasaran bgt ma film ini.
Aq dah menelusuri berbagai web.Dapat cuplikannya doank.Kalau buat ke bioskop,kayaknya gak mungkin dalam wkt dekat.
Lagian d 21 Bjm film ini belon tayang!!!!Huu..hhuuu….
Posted by: Radhea on: December 18, 2008
Tadi baru saja aku ikut ulangan Deutsch atau Bahasa Jerman dan Sosiologi.
Tau nggak…Soal-soalnya itu susah banget…..
Contohnya dalam soal sosiologi.Ada pertanyaan :
Ilmu yang disebut “mather scientarium” adalah….
a. Sosiologi
b. Psikologi
c. Filsafat
d. Antropologi
e. Somatologi
Nah…Kalau menurut aku sih jawabannya “c.filsafat” . Karena sepengetahuanku, filsafat dulunya merupakan gabungan dari cabang-cabang ilmu fisika,astronomi,kimia,biologi,dan geologi.
Sedangkan sosiologi,antropologi,dan psikologi baru muncul pada abad ke-19.
Sedangkan untuk pilihan jawaban “e.Somatologi”,aku sama sekali tidak punya bayangan itu ilmu yang mempelajari apa. Jangan-jangan ilmu yang mempelajari tentang alien lagi…
Nah,kalau ada yang tau jawabannya,kasih tau donk!Penasaran ni!
Aku udah cari di dua buku literatur tapi nggak ada!!!
Posted by: Radhea on: December 18, 2008
Past Participles
Look at these tenses :
present, past, past participle
be, was or were, BEEN
sing, sang, SUNG
drink, drank, DRUNK
do, did, DONE
go, went, GONE
make, made, MADE
find, found, FOUND
talk, talked, TALKED
eat, ate, EATEN
swim, swam, SWUM
read, read, READ
write, wrote, WRITTEN
give, gave, GIVEN
Now let’s practice the past participle by using the present perfect tense. It shows something that started in the past, but continues until now.
has/have (not) + past participle
Examples :
1. She has done her homework.
2. They have gone for a walk.
3. Julia hasn’t eaten anything today.
4. The men haven’t talked about the women.
That’s the examples to using past participles.
Posted by: Radhea on: December 17, 2008
Bukan berarti saya sok pintar…
Tapi pernahkah anda mengamati sebuah sisi dari yang bernama : “Pelajar” ?
Sebagai contoh,materi pelajaran biologi untuk kelas X atau 1 SMU semester satu adalah sebagai berikut:
1. Scientific method
2. Branches of Biology
3. Kingdom Virus
4. Kingdom Monera (Bacteria and Cyanophyta)
5. Kingdom Protist (Algae,Protozoa, and Myxomycota+Oonycota)
6. Kingdom Fungi (Zygomycotina,Ascomycotina,Basidimycotyna, and Deuteromycotina)
Enam materi di atas memang sangat banyak terbagi dalam hafalan-hafalan.
Mempelajarinya pun bukan hal yang santai karena menggunakan bilingual alias Bahasa Indonesia-English.
Tak heran,sebagian dari teman saya banyak yang kurang ’sreg’ dengan pelajaran satu ini.
Nah…Dalam pelajaran biologi di atas,saya yakin banyak teman saya yang SAMA SEKALI TIDAK MEMAHAMI materi tersebut.
Jangankan memahami.Apa itu kingdom saja tidak tahu.Bahkan mungkin yang lebih sepele,apa itu monera saja tak bisa menjawab.Dua buah buku literatur berjudul “biologi untuk kelas X” pun sama sekali tidak pernah dibaca.
Waktu saya tanya,kenapa kamu tidak belajar,mereka menjawab:”Ilmu-ilmu rumit kayak gitu cuma bisa dipelajari sama orang pintar.Lagian,ilmu ini gak ada gunanya dalam kehidupan sehari-hari,”
Astaga….Saking tertutupnya mata hati mereka untuk bersekolah,mereka menganggap ilmu pengetahuan tak berguna.
Mungkin ini yang namanya mentalitas miskin hati orang-orang Indonesia.Kalau semakin banyak orang-orang sejenis ini,bukan tak mungkin,Indonesia akan kembali dijajah.(Seperti kata Guru saya)
Sekali lagi,bukan saya sok pintar…Tapi saya ingin memberitahu anda semua.Bahwa di negara kita banyak orang-orang yang bersekolah tapi sia-sia.
Mereka bolak-balik rumah ke sekolah dan berdiam disana seharian,Mereka belajar di kelas dan mendengarkan kata-kata gurunya,mereka mengikuti ulangan-ulangan,mereka ikut remedial,mereka punya buku-buku tebal seharga 50 ribu-an per buah,mereka membawa sepeda motor dan mobil ke sekolah,mereka punya rapor,mereka berseragam,tapi……..
mereka tak berilmu.
Recent Comments