Posted by: Radhea on: May 26, 2008
Hy…Puisi ini saduran dari koran BanjarmasinPost, tp diedit sama aku.
Yahh..Kalimat-kalimatnya agak diganti gitu.Biar lebih enak diserap.
Ibu
Sebelum kamu, kata-katanya menggumpal di udara
Sebagai janji yang terus terpajang setiap keluar dan masuk rumah
Di jantungnya sekobar api menyala bara
Tapi keburu beku oleh hempasan palung angin
Bibirnya pucat meremas udara
Segalanya terasa percuma : istri pendosa yang tak pernah menyalakan [...]
Recent Comments