Boneka Tersenyum
06 Agu 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
Kamarku kecil, terletak di lantai 2. Kalau siang hari suhunya sangat panas, dan malam haripun panas karena kamarku rupanya menyerap panas dengan baik dan menyimpannya dengan baik pula hingga malam hari.
Aku tidak suka tidur di kamar ini, kamar ini sangat asing buatku. Ini hanya tempat yang cocok untuk belajar, pikirku. Jadi aku mengaturnya sedemikian rupa supaya letaknya sangat bebas. Jadilah aku menghamburkan buku sekenanya di setiap sudut kamar ini.
Ada 40 boneka pula di kamarku. Bentuknya ngeri-ngeri. Dari hewan sampai manusia hitam legam. Astaga, yang hitam legam itu benar-benar boneka mengerikan. Boneka itu sudah ada sejak aku berumur 4 tahun, dan entah kenapa dia selalu ada bersamaku meski kami berkali-kali pindah rumah. Sewaktu kami pindah ke Yogyakarta pun, boneka itu sudah aku buang di rumah nenekku. Namun dia selalu kembali, bahkan pada hari ini saat aku baru selesai menata kamarku sepulangnya aku dari Italia.
Setiap malam kalau aku sedang bekerja dengan computer misalnya, boneka ini seolah-olah tersenyum jahat, Ngeri. Penasaran, kan? Boneka ini dihadiahkan oleh nenekku 14 tahun yang lalu. Bentuknya sama sekali tidak lucu. Tapi dia sangat kuat, karena belum ada sebagian apapun darinya yang rusak. Hiiyy…
Komentar Terbaru di Blog Dhea